CAHAYA DZIKIR ( Majlis Al-Karomah )

Cahaya Cinta

Bekerja penuh kejujuran

Tinggalkan komentar

Indonesia, salah satu negara yang di cap sebagai negara terkorup di dunia. Hampir setiap pekerjaan di negeri ini yang tak tersentuh korupsi. Mulai dari gedung pemerintahan hingga ponten/ wc umum. Mulai dari pengadaan buku fiksi hingga pengadaan Kitab Suci Al Qur’an. Sebuah ironi di negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Nilai kejujuran menjadi sangat penting di negeri ini, bahkan… kejujuranmenjadi sesuatu yang luar biasa. seperti pepatah, kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimanapun. maka selayaknya kita sebagai manusia menjadikan kejujuran sebagai prilaku dan karakter utama dalam kehidupan sehari-hari.

Imam Abu Hasan As-Syadzili pernah berpendapat bahwa seseorang yang bekerja dengan jujur berarti dia telah berjuang melawan hawa nafsunya yang selalu condong pada kebohongan. Sehingga mereka yang jujur pantaslah mendapatkan apresiasi sebagaimana para mujahid yang berhasil membunuh musuh-musuhnya. Dalam sebuah taushiyah dia berkata:

مَنْ اكْتَسَبَ وَقَامَ بِفَرَائِضِ رَبِّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ فَقَدْ كَمُلَتْ مُجَاهَدَتُهُ

“Barang siapa bekerja dan teguh menjalankan perintah-perintah Allah, maka benar-benar sempurna perjuangannya dalam melawan hawa nafsu”

Setelah kejujuran dalam bekerja kita raih, hendaklah kita melangkah lagi satu tingkat agar kehidupan ini lebih bermakna. Yaitu mengisi pekerjaan yang jujur dengan nuansa ibadah. Abu Abbas al-Mursi berkata:

عَلَيْكُمْ بِالسَّبَبِ وَلْيَجْعَلْ أَحَدُكُمْ مَكُوْكَهُ سَبْحَةً وَقَدُوْمَهُ سَبْحَةً وَاْلخِيَاطَةُ سَبْحَةً والسفَرُ سبحةً

“Bekerjalah kamu dan jadikanlah alat tenunmu (bila engkau penenun) sebagai tasbih. Menjadikan kampak (bila bekerja sebagai tukang kayu) sebagai tasbih dan menjadikan jarum (bila sebagai penjahit) sebagai tasbih, dan menjadikan kepergiannya (bila berdagang) sebagai tasbih”.

Karena itu apapun bentuk keahlian dan dimanapun pekerjaan itu bukanlah sekedar sumber penghasilan semata tetapi juga sumber
ibadah.

Mari kita tekadkan tuk jujur dalam mencari rezeki, agar rezeki yang kita peroleh adalah rezeki yang halal dan barokah, serta bernilai jihad dalam proses pencariaannya. Sebagaimana Khalifah Umar bin Khattab yang mengatakan:
“Setelah kematian dalam medan jihad (perang), aku ingin mati pada saat mencari rezeki yang halal”

‪#‎Majalah‬ ‪#‎Hidayatullah‬ Follow twitter @mjlhidayatullah

Penulis: cahayadzikir

Terus belajar sampai di liang Lahat...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s